Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran II No. 2, Selabatu, Cikole, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111

SUKABUMI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menggelar pelaksanaan ibadah qurban tahun 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah kepengurusan. Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam peran MUI sebagai pelayan umat, sekaligus upaya konkret memperkuat kepedulian sosial di lingkungan ulama dan masyarakat.
Berdasarkan hasil musyawarah panitia, penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada Kamis, 28 Mei 2026, bertepatan dengan hari kedua Idul Adha. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Assobariyyah 2, Jalan Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
U. Samsul Arifin, S.Ag selalu Ketua Panitia Qurban MUI Kota Sukabumi menyampaikan bahwa program ini lahir dari kesadaran bersama untuk menghadirkan MUI yang lebih dekat dengan umat. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian kepada para kyai dan ustadz pengurus MUI hingga tingkat kelurahan.
“Ini adalah langkah awal. MUI menginisiasi program qurban sebagai bentuk pelayanan nyata kepada umat, sekaligus menghidupkan nilai pengorbanan di kalangan pengurus,” ujarnya.
Hingga saat ini, tercatat tujuh peserta qurban sapi dari unsur pengurus MUI, di antaranya Ketua Umum MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, S.Pd., serta sejumlah tokoh lainnya. Dukungan juga datang dari Wali Kota Sukabumi yang tidak hanya berpartisipasi dengan satu ekor kambing, tetapi juga memberikan satu ekor sapi untuk pengurus MUI Kota Sukabumi pada pelaksanaan qurban tahun ini.
Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi penguatan peran MUI di tengah masyarakat. “Qurban ini menjadi momentum penting. MUI hadir bukan hanya dalam ruang keagamaan yang normatif, tetapi juga dalam kerja-kerja sosial yang dirasakan langsung oleh umat. Kita ingin memperkuat kepedulian, khususnya kepada para kyai dan ustadz yang selama ini mengabdi hingga tingkat akar rumput,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa semangat qurban harus dipahami sebagai bagian dari pendidikan spiritual dan sosial. Melalui kegiatan ini, MUI ingin menyiarkan syariat qurban sekaligus membangun budaya berbagi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Program qurban perdana ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas di masa mendatang. MUI Kota Sukabumi menargetkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan partisipasi yang semakin besar dari berbagai elemen umat.
Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam program qurban tahun ini. Dengan keterlibatan yang lebih luas, diharapkan manfaat yang dirasakan juga semakin besar, serta memperkuat posisi MUI sebagai pelayan umat yang hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Redaktur: Mulyawan Safwandy Nugraha
Sukabumi, 28 Mei 2026






