Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran II No. 2, Selabatu, Cikole, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111

Didampingi dua pengurus lainnya, Ketua Umum MUI Kota Sukabumi menghadiri pelaksanaan shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Alhamdulillah, pelaksanaan salat Idul Adha 1447 H. di Kota Sukabumi dapat berlangsung dengan khidmat, lancar, dan aman. Lapangan Merdeka menjadi pusat kegiatan yang dipadati ribuan masyarakat yang melaksanakan ibadah salat sunnah dan mendengarkan khutbah Idul Adha.
Pelaksanaan Salat Id disambut antusias oleh masyarakat yang membanjiri area Lapangan Merdeka sejak pagi hari. Turut hadir dalam kegiatan ini: Walikota H. Ayep Zaki dan Wakil Walikota Sukabumi Boby Maulana, unsur Forkopimda Kota Sukabumi, pimpinan ormas, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menekankan pentingnya semangat kurban yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as. untuk diaplikasikan secara nyata dalam pembangunan Kota Sukabumi. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dalam bekerja sama membangun kota tercinta, baik dari segi fisik, sosial, maupun spiritual.
Bertindak sebagai khatib, KH. Ade Rahmatullah, S.Ag., menyampaikan khutbah dengan tema “Keteladanan Nabi Ibrahim as. dalam membentuk pribadi muslim sejati dan masyarakat Islam utama” .
Dalam uraiannya, beliau memaparkan 4 poin hikmah utama dari kisah Nabi Ibrahim AS yang dapat kita ambil, yaitu:
Pertama, ketaatan mutlak kepada Allah (tauhid murni). Nabi Ibrahim mengajarkan ketaatan tanpa keraguan sedikit pun kepada Allah SWT. Inilah fondasi utama seorang muslim sejati, yaitu membersihkan keyakinan dari segala bentuk syirik.
Kedua, keberanian dan sikap kritis dalam mencari & menyampaikan kebenaran. Seorang muslim tidak boleh takut dalam menegakkan kebenaran, sebagaimana Ibrahim yang berani menentang kemusyrikan kaumnya dengan bukti dan logika yang kuat.
Ketiga, tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Ketaatan Ibrahim yang siap menyembelih putranya, Ismail AS, adalah puncak kepasrahan seorang hamba. Sikap ini harus diterjemahkan dalam kepatuhan menjalankan perintah syariat dan menjauhi larangan-Nya.
Keempat, keteladanan dalam membina keluarga. Karakter pembinaan keluarga, menurut Nabi Ibrahim, dipusatkan pada empat hal utama: Penanaman tauhid yang kuat sejak dini. Keteladanan orang tua dalam ucapan dan perbuatan. Komunikasi keluarga yang baik. Dimana segala interaksi dibingkai dalam kasih sayang dan musyawarah.
Kegiatan Salat Idul Adha 1447 H. di Lapangan Merdeka ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh khatib. Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat saat warga saling bersalaman dan bersilaturahmi setelah rangkaian ibadah selesai.
Selamat Idul Adha 1447 H. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah Khalilullah Nabi Ibrahim as, seraya berusaha untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Redaktur: Boby es-Syawal
Sukabumi, 27 Mei 2026






