MUI Kota Sukabumi Ajak Umat Sambut Ramadhan 1447 H dengan Ibadah Maksimal dan Kepedulian Sosial

Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi menerbitkan Surat Edaran Nomor 02/SE/MUI-KOSI/II/2026 tentang imbauan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Surat ini ditandatangani pada 9 Februari 2026 bertepatan dengan 21 Sya’ban 1447 H oleh Ketua Umum KH. Ahmad Nawawi Sadili, S.Pd.I dan Sekretaris Umum Drs. H. Sulaeman MR, S.Pd., MM.

 

 Melalui surat tersebut, MUI Kota Sukabumi mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan kesiapan lahir dan batin, memperkuat ibadah, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama saudara-saudara yang terdampak musibah di sejumlah daerah.

Ketua Umum MUI Kota Sukabumi KH. Ahmad Nawawi Sadili menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pembenahan diri dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.

“Ramadhan adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempererat ukhuwah. Kami mengajak seluruh umat Islam di Kota Sukabumi untuk menyambutnya dengan penuh syukur dan kesungguhan,” ujarnya.

Dalam surat edaran tersebut, MUI mengimbau umat Islam untuk memaksimalkan ibadah selama Ramadhan. Ibadah puasa, salat tarawih, qiyamul lail, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa, serta meningkatkan sedekah menjadi fokus utama.

KH. Ahmad Nawawi Sadili menekankan bahwa kualitas Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas ibadah, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku.

“Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan menahan diri dari perkataan sia-sia, ucapan kotor, dan perbuatan yang merusak nilai ibadah. Inilah makna takwa yang ingin kita capai,” katanya.

Selain aspek ibadah personal, MUI Kota Sukabumi juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan, khususnya terkait kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan. Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah kerap terjadi di Indonesia. Karena itu, MUI mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan.

“Jika terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan, mari kita sikapi dengan arif dan dewasa. Ikuti keyakinan masing-masing, tetapi jangan sampai merusak persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Imbauan ini juga menyentuh aspek toleransi sosial. MUI meminta umat Islam untuk menjaga sikap saling menghormati, baik di antara sesama Muslim maupun dengan masyarakat luas, demi menjaga kekhusyukan dan kemuliaan bulan suci.

Sekretaris Umum MUI Kota Sukabumi, Drs. H. Sulaeman MR, menambahkan bahwa Ramadhan harus menjadi ruang pembelajaran sosial, bukan hanya ruang ritual.

“Ramadhan mengajarkan empati. Ketika kita merasakan lapar, kita diingatkan pada mereka yang kekurangan. Karena itu, kami mengajak umat Islam yang mampu untuk menunaikan zakat fitrah, zakat mal, dan memperbanyak sedekah,” ujarnya.

MUI Kota Sukabumi juga menganjurkan agar penyaluran zakat dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Sukabumi atau lembaga amil resmi lainnya agar distribusinya lebih terorganisasi dan tepat sasaran.

Selain itu, surat edaran tersebut mengajak umat Islam untuk memperkuat kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah di wilayah Sumatera dan Jawa Barat. Bantuan materi dan doa dinilai sama-sama penting dalam membangun solidaritas kemanusiaan.

“Momentum Ramadhan harus kita manfaatkan untuk memperkuat solidaritas. Mari kita ringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan musibah. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti,” kata KH. Ahmad Nawawi Sadili.

Ia berharap Ramadhan 1447 H di Kota Sukabumi dapat berlangsung dalam suasana yang tertib, damai, dan penuh keberkahan. Menurutnya, suasana kondusif sangat dipengaruhi oleh kesadaran bersama untuk menjaga akhlak dan ketertiban.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga suasana Ramadhan. Perbanyak ibadah, jaga akhlak, dan perkuat kepedulian sosial. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan bagi Kota Sukabumi,” tutupnya.

Dengan terbitnya surat edaran ini, MUI Kota Sukabumi berharap pesan-pesan moral dan sosial Ramadhan dapat diinternalisasi oleh masyarakat, sehingga bulan suci tidak hanya menjadi momen ritual, tetapi juga momentum transformasi pribadi dan penguatan solidaritas umat.

Bagikan

WhatsApp
Facebook
Email
Telegram

Berita Terbaru

Layanan Informasi

Gallery Foto

Follow Me

Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi

Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran II No. 2, Selabatu, Cikole, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111